Kearifan Lokal Bangunan dan Tradisi Hari Raya Rumah Godang
Abstract
The development of science and technology as well as the increasing need for space have an unfavorable impact on the heritage of historic buildings. There are times when the building is not maintained.The godang house or traditional house in Kuantan Singingi is a heritage building that is tens or even hundreds of years old. Many historical values and educational values contained in the Godang house building. The purpose of this study is to analyze the local wisdom value of the godang house building in supporting the concept of sustainable buildings and the local wisdom value contained in the tradition of praying at the godang house. This type of research is survey research. The Research data collection techniques are observation, and deep interviews. The results of the study showed that the godang house building is an environmentally friendly building. The local wisdom values of the Rumah Godang holiday are: the value of togetherness, preventing tribal conflicts, cultural continuity and cultural laboratories. The educational values contained in the Godang house building are to foster the value of togetherness, to prevent inter-tribal marriages, cultural laboratories, environmental behavior and strengthen kinship
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anisa, A. (2014). Aplikasi Green Architecture Pada Rumah Tradisional. Jurnal Teknologi, 6(2), 87-94. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/jurtek/article/view/219.
Harahap, R., Pakpahan, H.S, Banjarnahor, F.E., Tarigan, W., Panggabean, D., Syifa, N.A. (2024). Rumah Adat Batak Sebagai Simbol Identitas dan Warisan Budaya dalam Kehidupan Sehari-Hari: Melalui Kajian Strukturalisme, Antropologi Budaya, Identitas, dan Pendekatan Historis. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. 2(12). Pp. 524-529.
Huda, A., & Susanti, R. (2024). Perubahan Fungsi Rumah Gadang di Nagari Tuo Pariangan Kabupaten Tanah Datar. ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya, 13(2), 296-315. https://doi.org/10.33772/etnoreflika.v13i2.2528.
Jhonnata, D., Ifadianto, N., & Hardilla, D. (2021). Karakteristik Termal Rumah Suku Dayak di Kalimantan Tengah (Studi Kasus: Rumah Betang Buntoi, Rumah Betang Toyoi, dan Rumah Betang di TMII). Jurnal Arsitektur UBL, 11(2), 63-74.
Johansen, P. (2014). Arsitektur Rumah Betang (Radakng) Kampung Sahapm. Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research, 6(3), 461-474. DOI: 10.30959/patanjala.v6i3.175.
Karyono, T. H. (2010). Green Architecture. Jakarta: Rajawali Press PT Raja Grasindo Persada.
Muhdaliha, B. (2022). Menilik masyarakat Minangkabau melalui rumah gadang. Kartala Visual Studies, 1(2), 1-9. https://pdfs.semanticscholar.org/4673/63c42ea22c2540386fdb259b0531eb8bf46f.pdf.
Nurafni, N., Laksono, A., Chairina, F., Sillahi, W., Tobing, Y. Z. B., Maryam, S. R., & Amri, I. (2024). Kelangsungan dan Perubahan Rumah Adat Batak Toba pada Masa Kini. Journal of Creative Student Research, 2(3), 156-166. https://doi.org/10.55606/jcsr-politama.v2i3.3852.
Pasaribu, D., & Sinulingga, J. (2022). Nilai-Nilai Kearifan Lokal yang Terdapat pada Bagas Godang di Desa Pidoli Dolok Kecamatan Panyabungan Kota Kabupaten Mandailing Natal. Journal of Social Interactions and Humanities, 1(2), 71-82. https://doi.org/10.55927/jsih.v1i2.855.
Priatman, J. (2002). "Energy-Efficient Architecture” Paradigma Dan Manifestasi Arsitektur Hijau. DIMENSI: Journal of Architecture and Built Environment, 30(2), 167-175. https://doi.org/10.9744/dimensi.30.2.167-175.
Saam, Z. (2011). Rimbo Larangan: Kearifan Lokal Masyarakat Sentajo Kuantan Singingi Riau Dalam Memelihara Hutan. Prosiding Seminar Nasional: Meningkatkan Kemampuan Mitigasi Dan Adaptasi Bencana Melalui Penelitian Lingkungan Bogor: Program Pascasarjana Universitas Pakuan Bogor, Bogor.
Saam, Z., & Amri, F. (2012). The Local Wisdom Of Lubuk Larangan As A Conservation Effort Of The Singingi River. Prosiding Seminar Ilmu Lingkungan: Pengolahan Sumberdaya Alam dan Lingkungan di Universitas Diponegoro Semarang Tanggal 11 September 2012, Semarang.
Saam, Z., & Yuliati, M. (2015). Kearifan Lokal Masyarakat Kuantang Singingi dalam Memanfaatkan Pohon Enau. Makalah disampaikan pada seminar nasional tanggal 16 Oktober 2015 di Universitas Islam Riau.
Saam, Z. (2017). Kearifan Lokal Masyarakat Suku Akit Dalam Pemanfaatan Kayu Magrove : Ecobioenergy Arang. Laporan Penelitian. LPPM UNRI. Pekanbaru.
Setijanti, P., Silas, J., & Firmaningtyas, S. (2012). Eksistensi Rumah Tradisional Padang dalam Menghadapi Perubahan Iklim dan Tantangan Jaman. Simposium Nasional RAPI XI FT UMS, 11, 54-62.
Silomba, D. (2013). Mengungkap Perubahan Arsitektur Dan Fungsi Kawasan Kota Lama Manado Sejak Abad 16 Hingga Tahun 2012 (To discover The Changes of Architecture and Land Use of The Old Town of Manado Since 16th Century to 2012). Media Matrasain, 10(1), 50-63. https://doi.org/10.35793/matrasain.v10i1.4090.
Sudarwani, M. M. (2012). Penerapan green architecture dan green building sebagai upaya pencapaian sustainable architecture. Dinamika Sains, 10(24), 44-53. https://www.academia.edu/download/89472722/90-173-1-SM.pdf.
Syafwan, S. (2016). Kebertahanan Rumah Gadang dan Perubahan Sosial di Wilayah Budaya Alam Surambi Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan. Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora, 15(1), 105-119. https://doi.org/10.24036/jh.v15i1.6417.
Tungka, A. (2015). Materi Perkuliahan Teknik Konservasi dan Preservasi. Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas. Sam Ratulangi, Manado.
Weber, M. (2019). Economy and society: A new translation. Harvard University Press.
DOI: https://doi.org/10.52364/zona.v9i2.195
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







