Strategi Pengendalian Pencemaran Sungai Bukit Batu di Kabupaten Bengkalis
Abstract
Bukit Batu River in Bengkalis Regency plays a vital role as a water source for domestic use, irrigation, industry, and transportation. However, increasing domestic and industrial activities have significantly contributed to water pollution. This study aims to analyze the current water quality and socio-economic activities, assess water quality status and pollution load, and formulate pollution control strategies. The research employed field observations, laboratory testing of physical, chemical, and biological water parameters, and SWOT analysis. Results show that parameters such as COD and ammonia exceeded Class II quality standards, indicating a moderately polluted condition. The primary pollution sources include domestic waste, agriculture, and industry. Pollution control strategies were developed based on strengths and opportunities, such as community awareness and active involvement of local government. The study concludes that multi-sector collaboration, environmental education, and improved waste management are essential to reducing pollution loads and preserving the sustainability of the Bukit Batu River's functions.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Astono, W., Saeni, M. S., Lay, B. W., & Soemarto, S. (2008). Pengembangan model DO–BOD dalam pengelolaan kualitas air Sungai Ciliwung. Forum Pascasarjana, 31(1), 37–45.
Arum, S. P. I. (2019). Evaluasi Kualitas Air dan Strategi Pengendalian Pencemaran Air Limbah Domestik di Kelurahan Dinoyo, Kota Malang. (pp. 1–124). [Tesis] Program Magister Pengelolaan Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Brawijaya.
Bensig, E.O., Flores, M. J. L., & Maglangit, F. F. (2014). Water quality assessment of Bulacao River, Cebu, Philippines using fecal and total coliform as indicators. Journal of Biodiversity and Environmental Sciences, 5(2), 470–475.
Badan Standardisasi Nasional. (2021). SNI 8995:2021 metode pengambilan contoh uji air untuk pengujian fisika dan kimia. Badan Standardisasi Nasional.
Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (DJPPKL). (2023). Laporan Kinerja Tahun 2022 Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Effendi, H. (2003). Telaahan kualitas air bagi pengelolaan sumberdaya dan lingkungan perairan. Kanisius, Yogyakarta. 258 hal.
Elystia, S., Hasibuan, N. A. H., & Zultiniar. (2022). Pemanfaatan bionanomaterial chitosan dari limbah cangkang kulit udang sebagai adsorben dalam pengolahan air gambut. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(3), 570–578. https://doi.org/10.14710/jil.20.3.570-578.
Henley, D. E. F. (2007). Natural resource management and mismanagement: Observations from Southeast Asian agricultural history. In G. Bankoff & P. Boomgaard (Eds.), A history of natural resources in Asia: The wealth of nature (pp. 19–37). Palgrave Macmillan.
Hendrawan, D. (2010). Kualitas air sungai dan situ di DKI Jakarta. Makara of Technology Series, 9(1), 13–19. https://doi.org/10.7454/mst.v9i1.315.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2021). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2021 tentang Indeks Kualitas Lingkungan Hidup. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Manik, K. S. E. (2016). Pengelolaan lingkungan hidup. Penerbit Kencana (Prenamedia Group), Jakarta.
Mokarram, M., Saber, A., & Sheykhi, V. (2020). Effects of heavy metal contamination on river water quality due to release of industrial effluents. Journal of Cleaner Production, 277, 123380. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2020.123380.
Presiden Republik Indonesia. (2012). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Penetapan Wilayah Sungai. Presiden Republik Indonesia.
Pohan, D. A. S., Budiyono, B., & Syafrudin, S. (2017). Analisis Kualitas Air Sungai Guna Menentukan Peruntukan Ditinjau Dari Aspek Lingkungan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 14(2), 63-71. https://doi.org/10.14710/jil.14.2.63-71.
Prabowo, R., & Subantoro, R. (2020). Kualitas air dan beban pencemaran pestisida di Sungai Babon Kota Semarang. Mediagro, 8(1). https://publikasiilmiah.unwahas.ac.id/Mediagro/article/view/1304.
Pemerintah Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 32.
Rangkuti, F. (2013). Strategi promosi yang kreatif dan analisis kasus. Gramedia Pustaka Utama.
Salmin. (2005). Oksigen terlarut (DO) dan kebutuhan oksigen biologi (BOD) sebagai salah satu indikator untuk menentukan kualitas perairan. Oseana, 30(3), 21–26.
Sanders, B. F., Schubert, J. E., & Smith, J. A. (2013). High-resolution urban flood modeling using GPUs: 1. Theory and validation. Water Resources Research, 49(2), 594–615. https://doi.org/10.1002/wrcr.20117.
Santy, D. A., Adyatma, S., & Huda, N. (2017). Analisis kandungan bakteri fecal coliform pada Sungai Kuin Kota Banjarmasin. Majalah Geografi Indonesia, 31(3), 210–220. https://jurnal.ugm.ac.id/mgi/article/view/26551/18787.
Sugianti, Y., & Astuti, L. P. (2018). Respon oksigen terlarut terhadap pencemaran dan pengaruhnya terhadap keberadaan sumber daya ikan di Sungai Citarum. Jurnal Pertanian dan Perikanan, 19(2), 203–211.
Said, Y. M., Achnopa, Y., Zahar, W., & Wibowo, Y. G. (2019). Karakteristik fisika dan kimia air gambut Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 11(2), 134–144. https://journal.uii.ac.id/JSTL/article/view/12138.
DOI: https://doi.org/10.52364/zona.v9i1.131
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







